Let's continue our Journey!

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Umum
umum

Hilang memori USB Flash karena LiveUSB

E-mail Print PDF

Rasa penasaran dengan apa yang disebut LIVEUSB, itulah jembatan penghubung aku dengan pengalaman kehilangan memori flash disk ini. Aku punya flash disk kingstone berkapasitas 2 giga byte. Saat mencoba live cd PC linux, aku tertarik untuk mencoba membuat sebuah LiveUSB dimana nanti kita bisa booting hanya dari Flashdisk, tanpa menggunakan Harddisk. Tanpa banyak basa basi aku colokan flashku ke komputer. Setelah terdeteksi oleh komputer, aku klik make a live USB. Perintah ini ternyata sedikit beresiko yaitu akan menghapus semua data kita dan akan memformat USB Flash kita menjadi berformat linux (ext3,dll). Tak ambil pusing, aku pun tekan 'yes', dan dimulailah proses pembuatan LiveUSB.

Proses instalasi berjalan norman pada awalnya, sampai kurang lebih 80 persen proses instalasi, ternyata USB flashku tidak cukup besar untuk membuat sebuah live USB. Hal ini membuat proses pembuatan ataupun penginstalan berhenti yang berarti kegagalanku dalam membuat sebuah live USB. 

Karena gagal, akupun restart kom dan pindah ke Windows. Ketika kucolokan flashku, ternyata dia berstatus belum diformat. Saat mau kuformat, maximal capacitynya kok hanya 1,2 giga yang sebelumnya adalah 1,8 giga. 

Percobaan pengembalian kapasitas USB flash

kucoba banyak cara untuk mengembalikan kapasitas flashku ini mulai dari menggunakan CD instalan Windows Xp untuk mengetahui jumlah partisi pada flashku. Ternyata ada 3 jumlah partisi dalam flashku. KUputuskan untuk mendelete semua partisi itu dengan harapan partisi akan menyatu menjadi satu dan kapasistas akan menjadi 1.8giga. Setelah ku delete semua partisi itu, ternyata harapan hanya tinggal harapan. CD windows XP yang ku gunakan tidak mensupport untuk memformat multiple partitions in the USB flash. Al hasil skg aku kehilangan smua memori USBku.

 Gagal dengan window, tidak membuatku langsung berputus asa, kucoba cara lain yaitu dengan menggunakan Live CD Ubuntu. Tapi inipun belum berhasil. 

 

akhirnya aku pasrah dan menyerahkan ini semua ke papan Google. saran darinya yaitu dengan menggunakan software seperti partition magic, partition manager 2009. Kudownload partition magic versi 8, namun software ini tampaknya malah tidak bisa mendeteck flash disku. Setengah putus asa aku mendownload partition manager 2009. Selesai mendownload aku install software ini dan ternyata software ini luar biasa, dia bisa mendetect flashku dengan semua partisi partisi di dalamnya. Akhirnya aku berhasil mendelete smua partisinya dan membuat sebuah partisi baru dengan Total kapasitas yang dimiliki oleh flashku. FAT32 menjadi pilihan file system saat aku memformat partisi USBku. Dah walhasil sekarang windows sudah bisa mendeteck USB kingstonku. Thank you for the partition manager!
Last Updated on Monday, 23 November 2009 10:32
 

facebook, baik dan buruknya.

E-mail Print PDF

Berkenalan dengan facebook beberapa bulan yang lalu membuah hidupku agak sedikit berubah. Yah, memang segala sesuatu ada sisi baiknya dan sisi buruknya. Bermain facebook memang sangat menyenangkan dan membuat ketagihan. Facebook telah banyak menyita waktuku dari mulai melihat lihat update teman teman sampai dengan bermain game online seperti texas holdem poker, mafia war dan lain sebagainya.

Waktu yang seyogyanya kita gunakan sebagai modal kita, kita sia siakan begitu saja dengan hal - hal yang aku rasa memang kurang penting tapi membuat ketagihan...  itulah hebatnya facebook bro!! Kalo sisi baik facebook ya itu bisa digunakan untuk ajang silaturahmi, bertemu dengan teman lama, menyambung tali silaturahmi.

Dari situ mungkin dapat saya simpulkan bahwa hal ini memang sangat erat hubunangnya depang penyikapan kita terhadap facebook. tergantung bagaimana cara kita menggunakannya dan tujuan kita mengunakannya. semoga kita bisa lebih bijak dalam menggunakan waktu kita dan menggunakan facebook unuk hal hal yang lebih bermanfaat. AMIn.

Last Updated on Tuesday, 01 September 2009 02:53
 

Pemilu di mataku

E-mail Print PDF

Hari itu tanggal 9 April 2009. Tanggal bersejarah bagi Bangsa Indonesia. Tanggal dimana PEMILU untuk memilih wakil rakyat diadakan. Tanggal dimana nasib para caleg akan ditentukan hari itu.

Sebagai warga negara yang baik, aku berkorban pulang ke rumahku yang berjarak sekitar 200 kilometer dari tempat kosku sekarang. Hujan deras pun tak mampu mematahkan semangatku untuk dapat menyalurkan hak pilihku. AKu terpaksa pulang karena di Yogyakarta (tempat kosku) aku tidak dapat menyalurkan hak pilihku. DI yogyakarta aku tidak dianggap sebagai pemilih, dan tentu saja tidak hanya aku yang bernasib demikian, ribuan teman - teman mahasiswaku yang notabenya memenuhi syarat sebagai pemilih namun bukan asli berasal dari daerah yogyakarta juga mengalami nasib yang sama. Mereka tidak dapat menyalurkan hak pilihnya di kota pendidikan ini. Sebenarnya masih ada jalan supaya mereka bisa menyalurakan hak pilih mereka, yaitu dengan mengurus surat - surat yang tentu saja berkaitan dengan asal daerahnya. Namun hal ini tidaklah mudah untuk dilakukan karena selain perlu kerja keras untuk dapat mendatangkan surat keterangan dari daerahnya, hal ini juga tampaknya terlalu ribet untuk dilakukan, oleh karena itu kebanyakan dari mahasiswa itu lebih memilih untuk tidak mencontreng di PEMILU ini. 

INI SEHARUSNYA TIDAK TERJADI

 Hal inilah yang saya anggap tidak adil pada PEMILU ini. Penghilangan suara yang disebabkan Proses yang telalu complicated. Seharusnya KPU lebih berperan dalam pendataan calon pemilih dan lebih menyederhanakan tata cara pemilihan.

 

PEMILU BOROS KERTAS

Setiap pemilih pada PEMILU legislatif ini akan mendapatkan 4 buah surat  yang masing - masing ukurannya bila dibuka mungkin bisa menutupi separuh badan kita. Bayangkan bukankah itu sebuah pemborosan yang sangat jelas. 4 buah suara yang yang diterima oleh seorang pemilih mungkin bila diubah menjadi buku bisa untuk membuat sebuah chapter bab I atau bahkan dua chapter dari sebuah buku. Belum lagi tinta warna yang digunakan dalam setiap surat suara itu.

 

BOROS DAN SANGAT TIDAK EFEKTIF

Secara keseluruhan, dalam pandangan saya, PEMILU Legislatif 2009 ini memiliki banyak sekali kekurangan. Pertama, yang sangat saya benci, ialah sistem PEMILU ini. Pemilih diharuskan memilih sendiri wakil rakyat yang jumlahnya ratusan itu. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana mereka bisa memilih diantara pilihan yang sangat banyak itu? Dalam dunia perdagangan mungkin semakin banyak pilihan semakin bagus, namun kalau terlalu banyak pilihan bukankah itu akan membingungkan pembeli itu sendiri. Dalam pandangan saya calon legislatif yang ditawarkan dalam pemilu terlampau kelewat banyak dan hanya akan membingungkan rakyat dalam hal ini sebagi pemilih. 

Kecenderungan yang terjadi yaitu para pemilih hanya memilih calon legistatif yang berasal dari daerahnya sendiri atau yang mereka kenal saja. lalu bagimana bila calon yang mereka kenal atau yang berasal dari daerah yang sama dari mereka tidak berkualitas? Padahal yang mereka kenal dari berjuta juta nama yang ada di kertas suara itu hanya nama tetangganya yang bejad, misalnya. BUkankah hal ini sangat tidak efektif.

Menurut pandangan saya ini akan jauh lebih baik bila sistem pemilihan anggota legislatif secara langsung diubah menjadi sitem pemilihan partai seperti pada tahun tahun sebelumnya. Dan saya juga tidak habis pikir bagaiman wakil wakil rakyat cerdas kita bisa menghasilkan sebuah sistem yang saya pikir sangat tidak bermutu dan tidak matang. 

CALEG STRESS, KORBANKAN BANYAK UANG UNTUKPEMILU

Money Politik tidak dapat dipungkiri adalah bagian dari PEMILU ini. Entah kenapa hal ini sepertinya tidak dapat dihilangkan dari kebudayaan kita. Rakyat kita memang belum sepenuhnya sadar bahwa money politik pada akhirnya akan merugikan diri mereka sendiri. Mereka yang berhasil menduduki kursi kekuasaan akan secepatnya mencari jalan untuk dapat medapatkan modal mereka kembali, mereka akan melakukan korupsi yang ujung ujungnya merugikan kita juga sebagai rakyat jelata.  Kenyataan lain yang tidak kalah menyedihkan dari pesta Democracy ini ialah kegagalan para CALEG yang telah berjuang sekuat tenaga fisik maupun Finansial mereka. Kenyataannya dari banyak calon anggota legislatif itu, hanya beberapa orang saja yang akan mendapatkan kursi kekuasaan yang mereka impi impikan. Banyak diantara  Ribuan  Calon anggota legislatif yang telah berjuang keras dan mengorbankan apa saja yang bisa mereka korbankan namun mereka belum mampu "make their dream come true" , mereka menjadi depressi karena tidak dapat menerima kenyattan ini. 

 

GOLPUT JIKA TIDAK ADA PERUBAHAN SISTEM PADA PEMILU 5 TAHUN KEDEPAN

Sebagai warga negara yang baik mungkin saya akan memilih GOLPUT jika pemilu lima tahun kedapan masih mempertahankan sistem yang sangat tidak Efektif ini.

Last Updated on Friday, 24 April 2009 07:44